Thursday, 8 March 2018

A Soldier's Pay, William Faulkner

Novel ini memberikan sedikit harapan. Setelah melakukan percobaan beberapa kali, ini yang paling lumayan bisa saya cerna alur cerita dan maksud ceritanya. Jika membaca As I Lay Dying dan Sound and the Fury adalah sebuah introduksi dengan Faulkner dan membuat pusing kepala, saya menganggapnya sebagai perkenalan dengan cara yang salah. Kali ini upaya perkenalan itu berjalan sedikit lebih  baik dari kedua judul itu. Sebuah kisah tentang seorang tentara yang terluka di medan perang yang kembali ke kampung halamannya,

Donald Mahon, terluka parah dalam sebuah perang di Georgia. Ia pulang menempuh perjalanan kereta dengan kondisi yang menyedihkan. Tak ada yang menyangka ia akan kembali dari medan perang.  Kepulangannya ke rumah benar-benar menjadi sebuah kejutan. Semua keluarga dan kerabatnya telah mengira ia gugur di medan perang, termasuk sang kekasih. Semua hal pribadi yang terhenti dalam kehidupan Mahon, perlahan-lahan muncul kembali kehadapannya. 

Kepulangan Mahon pada akhirnya menjadi sebuah ironi. Sang ayah yang sudah merasa stoic mengingat kepergian putranya ke medan perang, perlahan menjadi optimis jika anaknya akan kembali pulih seperti sedia kala. Sang kekasih yang semula berharap jika Mahon akan menjadi seorang pahlawan perang justru tak menemukan apapun dalam kepulangannya itu. Yang ada hanya kondisi Mahon yang penuh luka dan trauma pasca perang.

Perang pada akhirnya adalah sebuah mimpi buruk tak berujung. Dampak yang ditimbulkan dalam diri Mahon benar-benar telah meruntuhkan dinding kepercayaan dirinya. Isolasi diri Mahon menjadi sebuah alienasi bagi dirinya dan bagi dunia. Penderitaan tampaknya belum berakhir untuk Mahon dalam kondisi fisik dan mental yang terguncang, hingga kemunculan perempuan yang sempat memiliki affair dengan Mahon. 

Cara bercerita Faulkner pada akhirnya jauh lebih liar untuk bisa diterima jika satu mengharapkan sebuah keteraturan alur cerita dan plot yang terstruktur, karena arus kesadaran yang coba dibangun Faulkner memang membuat proses pembacaan ini berjalan dengan lebih lambat pada akhirnya jika tak ingin kehilangan petunjuk dan maksud sang penulisnya. Ia menawarkan sebuah inovasi yang akan selalu segar untuk dinikmati berulang-ulang dari pecahan kristal ide yang dihamburkan di dalam ceritanya.

D S

No comments:

Post a Comment