Tuesday, 20 February 2018

Sebuah Keanehan Dalam Pikiranku

Adalah seorang pria Turki bernama Mevlut Karatas, penjual bosa (minuman tradisional turki) yang tengah jatuh hati pada seorang wanita di sebuah pesta pernikahan. Sejak malam itu, ia membulatkan tekadnya mendapatkan sang wanita pujaanya. Surat cinta satu persatu mulai ia kirimkan. Harapannya tentu menaklukan hati si wanita idaman. Dengan bantuan seorang kawan, perjuangannya sedikit lebih lebih ringan semestinya dan seperti orang yang sedang dimabuk kepayang, rencana pun disusun. Begitu kiranya gambaran pembuka novel Orhan Pamuk, berjudul A Strangeness in My Mind, yang saya pinjam dari seorang kawan.

Buku ini bisa menjadi pelajaran bagi siapapun yang percaya cinta pada pandangan pertama (bagi barang siapa yang percaya) ; sekaligus cara memahami pikiran siapapun yang kerap diombang-ambing dengan "rasa aneh" di dalam pikirannya (bagi yang mungkin pernah merasakan tentunya). Faktor lain yang menarik dalam novel ini yakni banyaknya narator yang silih berganti menceritakan kisahnya, alhasil perspektif menjadi amat luas dan cerita menjadi lebih menarik sekaligus meminta perhatian lebih. Pamuk juga sesekali menyisipkan humor-humor politiknya, sekaligus sindiran-sindiran tentang kota kelahirannya yakni, Istanbul yang begitu ia cintai.

Bagian yang paling membuat saya tak berhenti tersenyum  tentu ketika Mevlut menyadari jika wanita yang ia ajak untuk kawin lari itu bukan lah wanita yang selama ini ia maksud. Bagi saya ini keistimewaan Pamuk menciptakan kejutan-kejutan yang ia simpan rapi dibalik berbagai narator yang silih berganti menyuarakan kisahnya. Adalagi yang menarik ketika ia terlibat dalam sebuah konflik di tempat kerjanya di sebuah restoran. Disitu Mevlut berada pada sebuah persimpangan jalan antara suara  hati kecilnya dan rekan kerjanya yakni sahabat baiknya. Meskipun itu berujung pada sebuah akhir. Bagaimana akhirnya? Saya tak ingin membocorkan terlalu banyak. Biarkan siapapun menikmati buku ini, agar mampu merasakan dengan  hikmat dan nikmat suasana cerita yang dibangun dengan megah. Sehingga pada akhirnya keanehan di dalam pikiran siapapun akan terus membuat mereka bertarung mempertahankan harkat dan martabatnya sendiri.

D S

No comments:

Post a Comment