Wednesday, 20 December 2017

The Savage Detectives, Roberto Bolano

Ini  kisah picaraesque tentang seorang bocah bernama Juan Garcia Madero dan keterlibatannya dengan sekelompok gang penyair di Mexico; kisah tentang sekelompok penyair yang menamakan dirinya Viscreal Realist. Sebuah potret kehidupan para penyair di Mexico dengan segala lika-liku kehidupannya.

Bolaño memang istimewa. Itu jelas terasa ketika, ia memiliki gaya yang berbeda dalam cara berceritanya dan berani keluar dari segala atribut realisme magis yang selalu melekat pada penulis Amerika Latin kebanyakan. Ia justru memberontak, percaya diri hingga tak sungkan mengejek nama besar seperti Octavio Paz. Bolaño menghadirkan kisah narasi polifonik yang liar tatkala hari-harinya mulai terganggu dengan kesehatannya yang memburuk.

The Savage Detective dibagi menjadi menjadi tiga bagian besar, dimana pada bagian pertama sang narator adalah Garcia Madero sendiri. Di usia yang menginjak tujuh belas tahun, dimana masa itu menjadi sebuah transisi besar dalam hidupnya. Ia menemukan hasrat yang tertahankan dalam dunia puisi. Ironisnya keluarganya terang-terangan meragukan masa depannya dengan dunia literatur tersebut, sehingga pamannya memasukan Garcia Madero untuk menekuni bidang hukum. Di sisi lain Garcia Madero menemukan kelompok Visceral Realist.

Perkenalan Garcia Madero dengan kelompok penyair tersebut, tak ubahnya angin segar di tengah kelesuan dalam kehidupan akademiknya. Sebuah masalah yang sering terjadi dalam kehidupan remaja pada umumnya. Di sisi lain Visceral Realist juga bukan tempat yang dapat memastikan segala keraguan akan masa depan bocah tersebut, namun menjadi sebuah pintu gerbang baginya berjumpa para penyair beserta kegilaannya.

Dalam kisah ini kau akan realita hidup yang  menemukan penyair-penyair dengan semangat pemberontak dibawah era diktator Allende. Bolano juga tak jarang membuat lelucon-lelucon yang dialamatkan kepada  Octavio Paz, penyair besar Mexico itu.

Pada bagian kedua buku yang jumlahnya hampir dua pertiga bagian buku ini, merupakan bagian yang paling menyenangkan. Bagian ini menceritakan narasi-narasi para penyair dari berbagai perspektif. Disini bisa terbaca jelas, gaya hidup bohemian para penyair yang tersebar di berbagi kota di dunia.

Hingga kisah ini kembali pada narator utama, Juan Garcia Madero, hingga akhir cerita. Saya tak ingin mengomentari perkara teknis soal buku, biarkan para ahli-ahli itu saja yang mengkritisi. Setidaknya bagi saya, membaca karya ini seperti menikmati perjalanan mencekam dan berbahaya di jantung kota Mexico.

20-12-2017




No comments:

Post a Comment