Thursday, 30 November 2017

If on the Winter's Night a Traveler, Italo Calvino

Saya merasa jika pernyataan Salman Rushdie, dalam buku kritik dan esai Imaginary Homelands, yang menyebut Italo Calvino bukan seperti manusia namun seperti sesuatu yang berasal dari planet lain sejenis Solaris seperti yang digambarkan dalam novel Stanislaw  Lem bukan sebuah ungkapan yang berlebihan. Ia memeliki kekuatan untuk melihat kedalaman pikiran  dan membawa mimpi-mimpi mereka ke dalam kehidupan nyata. Hal itu tergambar jelas dalam dalam bukunya  If on the Winter's Night a Traveler.

Jelas ini bukan buku biasa. Alasannya sederhana, karena tokoh utama dalam kisah ini adalah  "Kau" yakni pembaca. Siapapun yang sedang membaca buku tersebut dipersilahkan untuk duduk, mencari posisi yang nyaman untuk menikmati sebuah karya Calvino ini. Ia jelas menuliskan hal-hal yang sudah familiar di dalam keseharian, namun disaat bersamaan juga memberikan sebuah gambaran tentang segala hal yang tak terpikirkan juga ada dalam kehidupan ini, dan disitu letak kejeniusan Calvino.

Ia memang benar-benar jenius dengan berupaya menghadirkan hal-hal yang sebenarnya selalu ada di sekitar kita, namun dengan menghadirkan sebuah karakter "Kau" terasa seperti sebuah undangan darinya untuk mengambil peran langsung di dalam ceritanya kali ini. Dari kalimat pertama,protagonis dalam kisah ini yang mana adalah "Kau", yakni pembaca dipersilahkan untuk mencari suasana terbaik sebelum menikmati buku miliknya, seolah menganalisa kebiasaan-kebiasaan para pembacanya.


Kisah berawal ketika kau mulai membaca buku ini, dan memutuskan membelinya di toko buku. Mulai dari mengamati buku incarannya, mulai menerka isi bukunya hingga mencari posisi yang nyaman untuk menikmati buku ini tanpa terlihat seperti buku panduan untuk menikmati Italo Calvino. Kemudian kau menempatkan dirimu pada posisi yang nyaman untuk membacanya. Perlahan kau tak sadar jika keberadaanmu ternyata menuntun dirimu berjumpa dengan seorang perempuan yang kelak menjadi sosok penting dalam hari-harimu. Kau juga akan dipaparkan sebuah negri imajiner bernama Cimmeria, dimana orang-orang disekitarmu berbicara dalam bahasa Cimmeria.

Membaca If on the Winter's Night a Traveler saya merasakan ada jejak Borges dalam setiap elemen filosofi di kisah ini. Kesenduan serta melankolisme cerita ini juga mengingatkan pada gaya lirisme Kawabata. Jelas ini salah satu buku terbaik Calvino. Ia juga berhasil menghibur kekecewaan saya di sebuah musim dingin yang mungkin akan jadi salah satu musim dingin terburuk karena Italia tidak lolos ke Piala Dunia 2018. Setidaknya saya tetap bisa pergi ke negri Cimmerian bersama Calvino dan akan menjadi salah satu malam musim dingin terbaik bagi saya seorang pembacanya.

30-11-2017


Wednesday, 15 November 2017

Panettiere

Dopo il lavoro ho sempre il tempo di fermarmi in un pasticceria alla fine della strada. Soprattutto quando arriva l'autunno e questo ventre sconvolge più rapidamente la fame. Tu puoi trovare tanti varianze di pane.

Oggi era stata bruta giornata, perche brigata di sala davvero arrabbiato. Lui è un napoletano, sessanta anni. Sempre c'è una cosa che puo fare un casino nella cucina con lui. E oggi è il picco di tutta questa cosa assurda.