Saturday, 21 October 2017

Time of The Hero, Mario Vargas Llosa

Ini sebuah kisah tentang kehidupan para kadet di akademi militer Leoncio Prado ; sebuah kisah tentang sekelompok 'geng' yang memberontak dari aturan militer yang kaku; sebuah kisah yang menjadi debut novel penulis besar Peru, Mario Vargas Llosa.

Leoncio Prado merupakan institusi pendidikan bagi pemuda-pemuda Peru. Mereka dididik dengan semangat dan nilai-nilai militer. Namun harapan itu tecoreng ketika sekumpulan kadet secara diam-diam membangkang dari segala aturan tersebut. Mereka menginginkan "kebebasan" untuk merasakan hal-hal yang tak bisa mereka dapatkan di akademi.dan mencoba meniru perilaku orang dewasa. Ketika letnan mereka tak ada, diam-diam mereka merokok, berjudi, dan puncaknya mencuri soal ujian tanpa sepengetahuan Letnan mereka.

Tempat  dimana seharusnya nilai-nilai militer ditanamkan, dan kedisiplinan dijunjung tinggi dibuat gempat tak kala sebuah skandal menghantam Akademi Militer Leoncio Prado ketika salah satu kadetnya melaporkan sebuah kasus pencurian soal ujian dan segala kenakalan para kadetnya. Hal itu membuat para Letnan pun murka dan merasa kecolongan atas tingkah kelakuan para kadet.


Kecerdikan Llosa merangkai plot nampaknya sukses menimbulkan rasa penasaran. Alasannya sederhana, tatkala ia tak secara gamblang memunculkan lakon utama pada awal cerita, dan hal itu tentu membuat para pembaca bertanya-tanya tentang siapa sebenarnya sang tokoh utama. Hingga kemudian secara perlahan muncul sosok-sosok bernama The Jaguar, The Poet, The Slave dan The Boa. 

 Awalnya buku ini menuai banyak protes dan sempat menjadi kontroversi di Peru, karena buku ini dianggap pihak militer sebagai sebuah pelecehan. Mereka memutuskan untuk membakar “Las Ciudad y Los Perros” (judul asli buku ini yang sebenarnya berarti “The City and The Dogs”, yang mana hal itu justru menahbiskan Llosa sebagai salah satu penulis besar dari Peru, bahkan Amerika Latin.


Dwinda.A.S
21-10-2017

No comments:

Post a Comment