Sunday, 15 October 2017

O, Eka Kurniawan

                   Apa jadinya jika monyet  memiliki obsesi menjadi seorang manusia? Dirinya merasa sudah pantas untuk menjadi manusia. Bayangkan saja, setiap hari dirinya yang notabenenya topeng monyet keliling harus meniru segala perilaku manusia. Ketika kisah dibuka dengan sebuah kutipan yang diambil dari kisah hikayat seribu satu malam yang berbunyi, "Katakan kepadaku menjadi binatang apa kau ingin kuubah dengan sihirku?". Itu seperti sebuah mantra magis, dan nampaknya pertanyaan itu pula sebenarnya kisah ini berjalan.
                 Sebuah kegaduhan besar membuka cerita tatkala seekor monyet mengacungkan sebuah revolver ditangannya dan mengarahkan kepada dua orang polisi yang kelimpungan mengatasi kegilaan sang monyet, dan semua kegilaan itu menggiring cerita pada kisah-kisah yang tak kalah gila dari kegaduhan di awal cerita.
                  Di sebuah perkampungan bernama rawa kalong dimana tempat itu dipenuhi kawanan monyet-monyet liar, kemudian salah satu diantaranya bernama Entang Kosasih muncul dengan sebuah obsesi. Ia sebenarnya seekor monyet peliharaan sang majikan. Kesehariannya berkeliling dan menghibur masyarakat sebagai orkes monyet keliling. Namun tunggu kawan kisah ini tak sesederhana pertunjukan topeng monyet yang bisa dinikmati hanya dengan melemparkan uang kertas di pinggir jalan.
                  Hari demi hari berlalu dan sang monyet kian yakin jika dirinya akan segera menggapai obsesinya. Setelah semua upaya yang ia kerahkan untuk menjadi manusia, mungkin saja semua berakhir sia-sia atau malah menjadi kenyataan sesuai mantra magis yang terucap pada kutipan di awal.


Dwinda.A.S
15-10-2017

No comments:

Post a Comment