Sunday, 29 October 2017

Beware of Pity, Stefan Zweig

Seorang letnan muda terperangkap dalam dalam situasi yang pelik akibat rasa simpatinya sendiri kepada seorang perempuan. Ia tak pernah mengira jika undangannya kepada sang perempuan pada sebuah jamuan makan malam berbuntut panjang. Si perempuan ini notabenenya seorang putri bangsawan dengan kelainan di tubuhnya.

Ini bisa merupakan sebuah novel sejarah pada masa Austro-Hungarian. Kisah cinta yang ternyata hanya sebuah impresi dari si putri bangsawan semata. Alur cerita yang berjalan maju dengan tempo yang bisa dibilang lambat terasa seolah-olah menjaga rasa penasaran sepanjang cerita.

Diantara tokoh-tokoh menarik dalam cerita ini, sebenarnya sosok Tuan Von Kekesfalva yang cukup menarik. Ia berperan penting menjaga emosi dan ekspektasi pembaca sepanjang cerita. Dibalik sosoknya yang sudah tua dan tak selalu fit, maka hal itu yang membuat Letnan Hofmiler tak bisa memiliki pilihan banyak untuk keluar dari segala konflik yang tercipta oleh rasa simpatinya atas suatu kemalangan.

Ini sebuah novel tentang bagaimana sebuah rasa kemalangan ternyata bisa menjebak siapapun pada sebuah pilihan sulit. Sekalipun setiap manusia pasti akan selalu menjumpai hal-hal yang bisa membuat dirinya berempati, namun Zweig mengingatkan untuk tetap mewaspadainya jika  tak mau tersesat.

Dwinda.A.S
29-10-2017


No comments:

Post a Comment