Monday, 25 September 2017

The Mulatta and The Mister Fly, Miguel Angel Asturias

                 Suatu hari saya tersasar. Kala itu tak ada yang bisa saya andalkan untuk bisa pulang selain bertanya kepada penduduk setempat. Setelah berjalan cukup jauh, secara tak sengaja menemukan sebuah toko buku bekas. Saya putuskan untuk singgah sejenak dan melihat buku-buku yang dipajang.  Baru beberapa langkah mengamati, pandangan saya terhenti pada sebuah buku dengan gambar sepasang lelaki dan perempuan menyerupai suku maya yang ditulis oleh Miguel Angel Asturias. Saya hanya mengetahui namanya sebagai penerima nobel literatur dan juga bagian dari ledakan sastra amerika latin.                
                Mulatta and the Mister Fly bisa dikatakan bila sebuah novel crime fiction  ; bisa juga dikatakan novel horror. Kisah bermula ketika seorang pria memutuskan membuat perjanjian dengan iblis. Ironisnya, perjanjian tersebut harus mengorbankan seseorang yang dikasihinya, dan ditengah kemeriahan pekan raya itu pula ternyata iblis bersemayam, dimana orang-orang yang tengah larut dalam kemeriahan pesta seakan tak menyadari hadirnya iblis serta mahluk gaib yang bersemayam.
                Elemen-elemen mitologi, drama pembunuhan menghiasi yang kisah ini. Asturias menghadirkan ketegangan yang intens hingga menggiring pembaca pada sebuah kengerian yang tak berakhir. Pekan raya yang berlangsung meriah ternyata menyimpan sisi gelapnya seakan terasa seperti sebuah metafora. Metafora tentang gemerlap dunia yang fana dan kelam.

Dwinda.A.S
25-09-2017
         





No comments:

Post a Comment