Sunday, 22 January 2017

Mikhaíl Afanasyevich Bulgakov

Menikmati karya-karya Mikhail Bulgakov itu seperti berada di wahana ruang misteri yang tak bisa terduga jalan keluarnya."Master & Margarita" menjadi buku pertama yang saya baca dan tanpa basa-basi mengganggu pikiran saya waktu demi waktu. Dalam buku kedua Bulgakov ini, dia membuat dua alur cerita. Saya benar-benar dibuat terperangah dan kehabisan kata-kata setelahnya. Lebih parahnya, impresi itu terus menghantui akal rasional ini.  Rasa penasaran yang tak kunjung reda ini, lalu membawa kepada karya-karya Bulgakov selanjutnya mulai dari "A Country Doctor's Notebook" ,  "White Guard" , "A Heart of a Dog" , dan "Fatal Egg".  Cerita-cerita-ceritanya berpusar pada hal-hal yang berkaitan dengan medis, konflik perang saudara (civil war) di Soviet saat itu,  dan yang puncaknya adalah latar Jerusalem pada masa Pontius Pilatus dalam "The Master and Margarita".

Tapi tunggu dulu. Buku itu memang menjadi salah satu karya agung abad ke 20 namun proses penerbitannya memakan waktu yang amat panjang dan menyedihkan . Kondisi politik di Soviet pada masa Stalin, membuat karya ini dilarang karena mengandung unsur kritik kepada pemerintah kala itu. Butuh waktu lebih dari tigapuluh tahun untuk bisa diterbitkan hingga menjelma menjadi karya besar pada akhirnya. Kehidupan Bulgakov juga tak kalah naas. Berlatar pendidikan seorang dokter ia justru menderita penyakit tipus sehingga membuatnya harus mengubur impiannya menjadi dokter. Tak bisa berkarir sebagai dokter, membuatnya beralih profesi menjadi penulis. Mimpi menerbitkan karya pun pupus pada rezim Stalin. Dia mencoba berkarya di Teater namun tak kunjung menemukan titik terang. Hingga akhirnya panggilan telpon dari sang presiden mengakhiri hari-hari kelam Bulgakov. Rasa-rasanya itu merupakan salah satu fase yang cukup "gila" di dalam hidupnya. Dan saya merasa amat beruntung pula berjumpa karyanya di masa yang tak kalah "gila" bagi saya di Petersburg kala itu.

Dwinda.A.S
23-01-2017

No comments:

Post a Comment