Tuesday, 18 September 2018

Crocodile, Fyodor Dostoevsky

Seusai shift kerja paruh watu usai, saya memutuskan singgah sebentar ke toko buku di seberang katedral Notre Dame. Niatnya hanya membunuh waktu, namun tiba-tiba novella tipis milik Dostoyevsky ini jauh lebih menggoda saya untuk bertahan lebih lama. Alhasil dalam kondisi keuangan yang tak memungkinkan untuk memboyongnya pulang, maka saya putuskan membaca habis novella tipis ini tanpa pikir panjang. Membaca karyanya sama rasanya seperti kunjungan singkat kepada psikiater.

Semula Ivan Matveich, istrinya dan sang narator mengunjungi sebuah pertunjukan sirkus yang diselenggarakan oleh seorang enterpreneur asal jerman.  Ivan sesumbar dan berkelakar mengejek buaya seperti seekor binatang lemah yang bisa ia perdaya seenaknya. Semudah itu pula nasibnya berubah ketika tubuhnya dilahap separuhnya dengan binatang buas itu.

Nasib Ivan memang tragis bukan main. Di dalam perut si buaya, bukannya alih-alih ditelan, ia malah menemukan hidup yang lebih baik. Setidaknya bagi dirinya sendiri. Ketika Sang istri, yang hendak menceraikannya, meminta sang pemilik buaya untuk membuka mulut buayanya justru mempersulit keadaan dengan meminta banyak hal yang memperkeruh situasi.


Dostoyevsky dalam kisah ini menunjukan sisi lainnya dalam bercerita. Humor itu ada dalam tragedi naas yang terjadi atas nama keteledoran manusia. Ia tak hanya mampu menghasilkan sebuah karya sederhana yang memikat, namun berhasil mengajarkan siapapun untuk tak sesekali meremehkan hal berbahaya apapun, sekalipun itu terlihat sepele.

D S


Friday, 14 September 2018

A Maze of Death,Philip K Dick

Sekelompok ahli dikirim ke sebuah planet berbahaya bernama Demak-O . Total sebanyak empat belas ahli mulai dari ahli bahasa, psikolog, ahli ketik, ahli listrik didatangkan kesana dalam sebuah projek penjelajahan. Penjelajahan yang semula berjalan dengan baik tiba-tiba berubah menjadi mimpi butuk.

 Satu demi satu awak mereka tewas secara misterius. Kesatuan unit mereka diuji dengan drama perselisihan diantara mereka dan proses penjelajahan mereka seketika berubah menjadi eksperimen psikiatrik. Mereka berubah menjadi sekumpulan penjahat-penjahat sinting yang dengan senang hati menghabisi nyawa rekannya.

Dick menciptakan wahana kematian yang misterius dalam kisah ini. Tak ada narator yang menuntun arah cerit. Sejak awal perjalanan ini tak akan membuat siapapun nyaman, karena memang siapapun hanya perlu bertahan dalam kegilaan hidup yang tak jarang tersembunya di dalam dirinya masing-masing.

D S












Saturday, 4 August 2018

Gospadin

Quella figlia di puttana che
mi ha detto
Non saro vivere con 500 dolar
Io rido di questo
e sputo a terra
A Nevskiy Prospekt
Sto camminando nel buio
Quando vento di sventura
colpiscimi senza pretese
Pero non c'era una ragione
chi puo uccidere quest'anima
Nella cattedrale di Svyataya Ekaterina
Questo Castigo non mi ucciderà mai


D S

Sunday, 22 July 2018

Il Sorriso di Compostela

Non ci sarà rimpianto
Perché quel sorriso è eterno
Nelle guance increspate
Sulla piccola palpebra
C'è un poema nascosto

Se solo una cosa
che può avere tanti significato
o forse non significa niente
Quando tu dici
Queres quemar todas mis cosas

D S


Wednesday, 18 July 2018

Robinson Crusoe, Daniel Defoe

Tak ada hari yang cukup menyebalkan, ketimbang basah kuyub di siang bolong seusai diguyur air oleh segerombol orang tak dikenal di jalanan. Entah mengapa tak ada rasa amarah yang meledak setelah insiden itu, meskipun jika kelak berjumpa lagi, tentu hasrat untuk menghadiahi mereka dengan beberapa bogem mentah tak akan pernah sirna.

Mungkin kesialan itu masih belum setara jika dibandingkan dengan  kegilaan Robinson Crusoe dalam petualangannya. Buku itu menghantui pikiran saya dalam beberapa hari terakhir. Ditambah lagi nasib pengarangnya yang mesti bergulat dengan penagih hutang semasa hidupnya, hingga memutuskan menulis sebuah karya fiksi. Hal itu kemudian semacam mereduksi kekesalan saya dan kesialan yang menghampiri saat itu. Perlahan-lahan semburan air plus botol air mineral yang dilemparkan dari kaca jendela mobil itu tak berarti apa-apa. Kisah milik Daniel Defoe itu menggema panjang dalam ingatan saya beberapa hari terakhir ini dan mungkin dalam waktu  yang panjang.

Ini sebuah kisah petualangan seorang pria bernama Robinson Krautzer, yang kemudian lebih akrab dikenal sebagai Robinson Crusoe,memutuskan keluar dari rumah seusai bersitegang dengan keluarganya. Ia memulai kehidupan barunya tanpa pernah terbesit pun pikiran tentang  hal-hal gila yang kelak menghampiri perjalanannyan dan kelak ia sendiri yang mengambil alih narator cerita ini.

Kisah yang dibuat dalam bentuk jurnal ini, dituliskan lengkap dengan tanggal, serta hari-harinya. Kejadian-kejadian ia ceritakan kembali dengan sederhana, terkadang menyelipkan humor gelap yang terasa getir. Dalam perjalanan yang ia tempuh  selama hampir bertahun- tahun bertualang, Robinson Crusoe merasakan perjalanan mengarungi lautan ganas yang hampir merenggut nyawanya, bertarung melawan kanibal, sebelum akhirnya ia terdampar di Trinidad.

Cara bercerita Robinson Crusoe yang menggunakan narator sudut pandang  orang pertama, membuat semua detail terasa lebih dekat dan intens.  Buku ini memang dipublikasikan hampir tiga ratus tahun yang lalu, dan entah mengapa rasanya masih akan tetap asik untuk ditengok kembali. Bahwasanya dalam hidup ini, tak akan pernah ada yang tahu kegilaan macam apa yang kelak menghampirisebagaimana Robinson Crusoe dalam kisah petualangannya.

Membaca buku ini pada akhirnya membuat saya sedikit berpikir, bahwasanya sebuah ketidak beruntungan yang menghampiri bisa menjadi hal yang istimewa untuk diingat, dan tak perlu diambil pusing kemudian. Semua itu pada akhirnya tak lebih dari petualangan penuh kegilaan sebagaimana kisah milik Daniel Defoe akan terus terngiang hingga kapanpun.

D S

Saturday, 30 June 2018

Outer Dark, Cormac McCarthy

Dunia digambarkan begitu gelap dalam kisah McCarthy. Kisah cinta sedarah, tragedi kematian, dan mengenyahkan anak kandungnya membuat Outer Dark adalah lapisan terluar dari sisi gelap hidup ini, yang tanpa ataupun disadari, kelak  tak akan bisa dipisahkan satu sama lain. Kali ini satu akan Cormac McCarthy mengisahkannya tanpa basa-basi.


Banyak hal-hal menarik dalam cerita ini. Kau tak akan menemukan tanda baca dalam percakapan sepanjang kisah seperti halnya percakapan dalam sebuah novel kebanyakan. Terus terang saja itu membingungkan saya pada awalnya. Kemudian hal itu bisa dipahami setelah melihat pesan yang ingin disampaikan dalam buku ini.

 Hubungan terlarang antara  saudara laki-laki dan saudara perempuannya berujung pada kehamilan sang perempuan dan upaya membuang buah cinta mereka itu. Naasnya kemudian anak itu ditemukan seseorang yang dinamakan "Tukang Patri" dalam kisah ini.   "Si Tukang Patri", diperkenalkan dengan amat jelas dalam cerita ini.

 Sang protagonis, Culla, kemudian berupaya menghapus dosanya dengan merantau keluar bekerja serabutan demi mengikis perasaan bersalah dari kejahatan yang telah ia lakukan. Sialnya rencana jahanam itu ternyata tak lebih dari bualan yang diketahui oleh kekasihnya sendiri. Bahwasanya sang anak itu masih ada dan belum juga mati.

Keunikan Mc Carthy dalam kisahnya ini adalah bagaimana ia merancang alur cerita.Teknik bercerita maju-mundur, kerap kali menimbulkan pertanyaan demi pertanyaan. Detail-detail yang ia paparkan silih berganti menghantam pikiran. Di dunia ini tak ada yang aneh dengan peristiwa-peristiwa yang ia ceritakan. Semua jelas terpapar di kehidupan ini, dan tak ada satupun yang bisa mengelak dari kenyataan itu.

D S

Tuesday, 19 June 2018

A Portrait of the Artist as a Young Man, James Joyce

Ini adalah buku ketiga dari Joyce  menemani saya dalam beberapa bulan terakhir ; novel pertama yang saya baca diantara kumpulan cerpen dan naskah drama yang mengawalai perkenalan saya dengan karya-karyanya. Kisah tentang Stephen Dedalus, sang tokoh utama, yang bergulat dengan hari-harinya yang kian lama kian bertolak belakang dengan keinginan dirinya.


Besar dalam keluarga yang berpegang teguh dalam ajaran agama Katolik, membuat kedua orang tuanya memasukannya ke sebuah sekolah asrama homogen dengan dibawah naungan  Je Suit. Tentu dengan harapan jika sang anak akan tumbuh dan  menjaga nilai-nilai Katolik yang telah ditanamkan orang tuanya, namun dunia seni menjadi hal yang tak terelakan bagi Stephen.  Layaknya bocah seumurannya, ia mulai menemukan hal-hal baru yang menghisapnya kian dalam, tanpa seorangpun  yang bisa menghentikan hasratnya.

Tak banyak berbeda sebenarnya kisah dalam diri Dedalus dan Joyce. Ini bisa dibilang sebuah alterego dirinya. Konflik-konflik  yang bermunculan mulai dari nilai-nilai agama, moral dan konflik internal dalam keluarganya membuat Dedalus harus memutuskan sebuah hal besar yang akan menjadi keputusan besar dalam hidupnya.

Layaknya bom waktu yang terus disimpan rapat, lambat laun hal itu tak lagi bisa disembunyikan. Stephan Dedalus menemukan  bahwa dirinya tak sepatutnya berada disana, jika tak ingin terus menyiksa dirinya dengan segala hal yang terlihat usang baginya.

Buku ini diterbitkan hampir dari seratus tahun yang lalu. Semula  Joyce berniat membuat sebuah autobiografi dalam bentuk novel realis. Hal itu tak menemukan titik temu dengan sang penerbit hingga ia meninggalkan manuskrip tersebut dan memulai menggarap A Portrait of The Artist as a Young Man yang eksperimental.

Joyce tampak bereksplorasi banyak dalam beberapa hal,  mulai dari puisi, dialog interior yang kerap menghiasi cerita hingga arus kesadaran membuat karya ini istimewa. Disitulah kejeniusan Joyce tak bisa terbantahkan lagi. Detail-detail yang tersebar dalam cerita tak ubahnya daya magis yang mengikat.


Pada akhirnya kisah Dedalus adalah refleksi kehidupan Joyce. Tak terbantahkan. Kisah ini berangkat dari sebuah keraguan. Keraguan atas sebuah keyakinan yang terus dipaksakan hingga tak menyisakan sedikit ruang untuk mempertanyakan keyakinan itu. Pada fase itu kisah ini akan selalu mejadi hal yang menyenangkan untuk dibaca kembali kapanpun. Sehingga akan selalu ada sebuah ruang dalam pikiran yang akan terus mempertanyakan keyakinan terhadap apapun yang dianggap benar, agar keyakinan itu tak membutakan akal sehat setidaknya.



D S